Beberapa rumah sakit di Indonesia melayani tindakan intervensi dan operasi HNP dengan BPJS, HNP sendiri merupakan istilah orang awam yang sering digunakan untuk menyebut kelainan jepitan saraf padat tulang belakang.

Akan tetapi Jepitan saraf bukan hanya disebabkan oleh HNP saja namun juga bisa terjadi akibat :

  • jepitan oleh tulang yang bergeser (spondilolistesis)
  • tulang yang menebal tidak normal (osteofit),
  • jepitan oleh bantalan tulang belakang (HNP), atau
  • jepitan oleh jaringan lunak sekitar saraf / ligamen yang menebal.

Setiap jenis jepitan memiliki pendekatan yang berbeda untuk menganganinya. Apakah Operasi HNP ditanggung BPJS ?

Jenis Operasi HNP BPJS

operasi hnp dengan bpjs

Pengobatan Syaraf Kejepit (Operasi HNP) Bisa diCover BPJS

Berikut adalah jenis operasi atau tindakan intervensi yang ditanggung BPJS dengan beberapa ketentuan yang berlaku ( konsultasikan dengan dokter bedah saraf anda )

  1. Injeksi Epidural Spinal (interlaminar/caudal) / Injeksi Transforaminal (Root Sleeves)  / Injeksi Facet Joint / Injeksi Sacroiliac Joint
  2. Radiofrekuensi Tulang Belakang
  3. Laser Dekompresi ( PLLD ) Tulang Belakang \
  4. Micro Endoscopic Discectomy & Decompression (MED/PELD)
  5. Microscopic Discectomy & Decompression
  6. Bedah Minimal Invasif Untuk Stabilisasi Anterior/Lateral/posterior (Thorakal/Lumbal) + Dekompresi

Pemeriksaan penunjang HNP

Mendiagnosis gangguan saraf seperti x-ray, CT-scan, EMG, maupun MRI yang rutin dilakukan sebelum operasi HNP biasanya membutuhkan biaya sekitar 5-6 juta rupiah bila menggunakan biaya pribadi. Biaya-biaya tersebut saat ini bisa dihemat apabila pasien merupakan anggota BPJS.

Beberapa rumah sakit di Jakarta, salah satunya RS Adhyaksa – Jakarta Timur, melayani operasi HNP dengan BPJS. Tindakan yang dapat dilakukan meliputi Pain Intervention, PELD, Micro Endoscopic Discectomy (MED), Microscopic Discectomy,  Laser PLLD, Radiofrequency sampai dengan fusi tulang belakang.

Syarat operasi hnp dengan BPJS

Pasien harus terdaftar sebagai peserta aktif BPJS dan memang  kandidat untuk indikasi operasi HNP. Dokter bedah saraf kami akan melakukan evaluasi terlebih dahulu mulai dari pemeriksaan klinis, x ray, EMG, CT Scan, dan MRI (sesuai indikasi penyakit)

Sebelum mulai melangkah ke tahapan operasi. Untuk perlengkapan persiapan operasi seperti Cek Darah, cek Jantung dll akan dilakukan di poli rawat jalan kemudian diperiksa oleh dokter Spesialis Jantung, penyakit dalam, dan anestesi.

Operasi HNP tanpa implan sebagian besar kasus memerlukan lama rawat inap sekitar 2-3 malam sedangkan operasi HNP dengan implan memerlukan perawatan sekitar 3-4 malam. Pada hari yang sama setelah operasi, pasien akan langsung dilatih duduk dan berjalan.

Pemilihan metode minimal invasif menyebabkan waktu pemulihan yang semakin cepat sehingga pada hari yang sama setelah operasi pasien dapat langsung duduk, berdiri, dan berjalan.

Catatan Penting

Setiap pasien memiliki karakteristik jepitan saraf yang berbeda-beda. Tidak ada satu teknik yang cocok bagi semua jenis HNP

Terdapat banyak pilihan teknik yang dapat dipilih sesuai dengan jenis-jenis jepitan saraf pada tiap pasien sehingga bila tepat diagnosis, tepat indikasi, dan tepat tindakannya maka hasilnya akan optimal.

Perlu Bantuan ?

Ayo segera konsultasikan bersama dokter syaraf kami, lewat tombol whatsapp kanan dibawah!

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Whatsapp dr Spesialis kami, Free!